Ilustrasi: Basarnas Banten saat melakukan pencarian dua anak di Kabupaten Pandeglang yang hilang tenggelam (Foto: Istimewa) Pandeglang – Dua bocah laki-laki dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Ciliman di Kampung Rancahideung, Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (25/10) sore.
Informasi dari Basarnas Banten menyebut, laporan pertama diterima pukul 16.20 WIB dari petugas Pusdalops BPBD Pandeglang, Rojak.
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.20 WIB saat dua korban, Haikal (9) dan Habibi (9), warga Kampung Taraju, bermain di pinggir sungai menggunakan perahu kecil yang diikat ke tepi sungai.
Saat keduanya melompat ke air, tali pengikat perahu tiba-tiba putus. Perahu hanyut, dan kedua anak yang panik diduga ikut terjun lalu terseret derasnya arus. Hingga kini, keduanya belum ditemukan.
Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue Unit Siaga SAR Pandeglang langsung bergerak ke lokasi pukul 16.44 WIB. Jarak lokasi kejadian sekitar 31 kilometer dari pos SAR dengan waktu tempuh hampir satu jam.
Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Banten, BPBD Pandeglang, Tagana, dan warga setempat.
Sejumlah perlengkapan dikerahkan, termasuk rescue truck, motor trail, peralatan SAR air dan medis serta perlengkapan pendukung lain.
Cuaca di lokasi dilaporkan cerah dan arus sungai relatif tenang, sehingga pencarian dapat dilakukan secara intensif.
Tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Ciliman hingga radius beberapa kilometer dari titik awal korban hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amras menyatakan, operasi akan dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan.
“Seluruh unsur SAR kami kerahkan secara maksimal. Pencarian akan terus dilakukan sampai ada kepastian,” ujarnya dikutip dari keterangan resminya.(red).