
Serang — Deni Ahmad Fanani resmi memimpin Asosiasi Olahraga Pendaki Gunung Indonesia (AOPGI) Provinsi Banten untuk periode 2024–2029.
Organisasi yang berdiri di Bandung, Jawa Barat, pada 2017 ini diharapkan mampu melahirkan atlet pendakian berprestasi sekaligus membuka profesi baru di bidang gunung dan hutan, seperti pelatih pendakian serta praktisi lingkungan, khususnya di wilayah Banten.
Menurut Deni, Banten memiliki potensi alam luar biasa dengan tiga gunung populer di kalangan pendaki Jabodetabek, Gunung Karang, Gunung Aseupan, dan Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang — serta sejumlah potensi lain di Kabupaten Lebak.
“Kita sebagai pemuda-pemudi Banten harus mampu menjaga dan memanfaatkan potensi alam tersebut secara maksimal,” ujar Deni, Senin (27/10/2025).
Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa pelestarian alam harus dibarengi dengan pemanfaatan berkelanjutan yang bernilai edukatif dan produktif.
“Tidak cukup hanya menjaga, kita juga harus menjadikan sumber daya alam sebagai wadah prestasi, pembelajaran, rekreasi, dan cara hidup selaras dengan alam,” jelasnya.
Deni menilai, pengembangan olahraga pendakian dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
AOPGI sendiri mengusung empat fokus utama: pendidikan, rekreasi, prestasi, konservasi, dan eksplorasi.
Kehadiran AOPGI di Banten dan dikukuhkannya Pencam AOPGI Kabupaten Pandeglang diharapkan menjadi wadah kolaborasi dengan pemerintah daerah serta komunitas pendaki untuk mengembangkan olahraga pendakian dan menumbuhkan kesadaran lingkungan.
“Dengan dikukuhkannya Pengurus Cabang AOPGI di Pandeglang, kami optimistis akan lahir atlet-atlet pendakian berprestasi dari Banten,” tandas Deni.(red)