Kota Serang adalah Ibu kota Provinsi Banten. Kota ini berdiri sejak 2007 lebih 7 tahun dari Provinsi Banten setelah melepaskan diri dari Provinsi Jawa Barat.Pembentukan Kota Serang sendiri tak lepas dari amanat undang-undang nomor 23 tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Banten.
Hal ini dipertegas oleh undang-undang nomor 32 tahun 2007 yang disahkan pada tanggal 10 Agustus 2007 tentang dimekarkannya Kota Serang dari Kabupaten Serang.Dikutip dari situs Pemkot Serang, sejak abad ke-16, Serang merupakan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan pusat kebudayaan.
Letak Kota Serang strategis menjadikannya sebagai jalur utama penghubung lintas Jawa-Sumatera. Sebagai Ibu Kota Provinsi kehadirannya adalah sebuah konsekuensi logis dari keberadaan Provinsi Banten.
Sejak terbentuk Kota Serang terdiri dari 6 (enam) Kecamatan yakni Kecamatan Serang, Kecamatan Kasemen, Kecamatan Walantaka, Kecamatan Curug, Kecamatan Cipocok Jaya dan Kecamatan Taktakan.
Kota ini memiliki luas Wilayah 266,77 Kilometer persegi dengan batas wilayah Kota Serang sebelah utara yaitu Teluk Banten, Sebelah Timur Kecamatan Pontang, Kecamatan Ciruas, dan Kecamatan Keragilan Kabupaten Serang, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cikeusal, Kecamatan Petir dan Kecamatan Baros Kabupaten Serang.
Serta sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Waringin kurung dan Kecamatan Keramatwatu Kabupaten Serang. Dari enam Kecamatan tersebut terdiri dari 20 kelurahan dan 46 Desa.
Sementara dikutip dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Banten, berdasarkan Buku Sejarah cerita rakyat yang disusun Juliadi dan Neli Wachyudin sebagai dokumentasi Disbudpar Provinsi Banten tahun 2014, kata Serang berasal dari bahasa Sunda, yag memiliki arti sawah.
Latar belakang nama Serang sendiri, sebagaimana yang memiliki arti sawah, dahulu sejak masa Maulana Yusuf, Raja Banten kedua (1570-1580), area persawahan begitu luas.
Di masa Kesultanan Banten, saat ibukota berpusat di Banten Lama, yang sekarang dikenal dengan ‘Banten New’, di Teluk Banten, di pesisir pantai Laut Jawa. Serang dahulu dikenal sebagai wilayah persawahan yang lebih luas dari sekarang.
Kegiatan dan perkembangan persawahan digagas oleh Maulana Yusuf, yang mendorong masyarakat Banten melakukan perluasan persawahan dengan membuka daerah baru.
Pembukaan area persawahan tersebut disertai dengan pembuatan saluran irigasi dan bendungan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah yang baru dibuka tersebut.
Untuk persawahan yang dekat dengan ibukota Kesultanan, Maulana Yusuf membangun danau buatan yang dinamakan Tasik Ardi.
Air danau Tasik Ardi berasal dari sungai Cibanten melalui saluran khusus ke danau, kemudian airnya dialirkan ke daerah-daerah persawahan di sekitar danau.
Sebagai bagian dari Provinsi Banten, Serang juga terkenal sebagai daerah yang menghasilkan banyak jawara. Banyak padepokan-padepokan seperti silat, sebagai salah satu kekayaan bangsa, yang sampai sekarang masih hadir dalam memberikan warna kebudayaan di daerah Serang khususnya, Banten dan Indonesia pada umumnya.
Di samping itu, kota ini pusat budaya Banten penduduknya menuturkan Bahasa Banten dan Bahasa Jawa Banten. Suku Aslinya adalah Suku Banten. Di Kota ini terdapat sisa-sisa bangunan bersejarah masa kejayaan Kesultanan Banten.
Diantaranya, Situs Banten Girang, Kota Kuno BantenMasjid Agung Banten,Vihara Avalokitesvara, Masjid Pecinan Tinggi, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, makam belanda, Museum Situs Kerpurbakalaan Banten Lama, Museum Negeri Banten.
Berikut Daftar Wali Kota Serang- Asmudji HW Penjabat Sementara (2007-5 Desember 2008).- M. Bunyamin (5 Desember 2008- 1 Maret 2011).- Tubagus Haerul Jaman walikota ( 25 Maret 2011- 5 Desember 2013 ) (5 Desember 2013 – 5 Desember 2018).- Syafrudin, (5 Desember 2018 – 2023)







