Lebak – Puluhan pengurus Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia Pencab Lebak (AOPGI) Kabupaten Lebak resmi dilantik untukkepengurusan terbaru. Mereka akan menjalankan roda organisasi di berbagai sektor strategis.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi olahraga pendakian gunung di Kabupaten Lebak sekaligus mempertegas arah gerakan AOPGI dalam bidang olahraga, pendidikan, konservasi, dan keselamatan pendakian.

Ketua Umum AOPGI Kabupaten Lebak, Rido Alamsyah, menegaskan bahwa AOPGI hadir bukan hanya sebagai organisasi komunitas pendaki gunung, melainkan sebagai wadah strategis yang memiliki visi besar dalam membangun ekosistem pendakian yang terarah, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.

“AOPGI Pencab Lebak dan AOPGI Banten membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada seluruh elemen masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga sektor swasta. Fokus utama kami adalah membangun gerakan pendakian gunung yang sehat, aman, edukatif, berprestasi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan konservasi,” ujar Rido Alamsyah, Sabtu (23/5/2026).

Rido mengungkapkan, arah gerakan AOPGI mengacu pada kurikulum organisasi yang menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni aspek pendidikan, rekreasi, prestasi, serta konservasi dan eksplorasi.

Menurutnya, olahraga pendakian gunung tidak lagi dapat dipandang sekadar aktivitas hobi, melainkan telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki nilai pembinaan, disiplin, ketahanan mental, hingga kontribusi terhadap pelestarian alam.

“AOPGI sendiri dikenal aktif mengkampanyekan keselamatan pendakian dan edukasi lingkungan hidup,”ungkapnya.

Sebagai organisasi olahraga, AOPGI menaungi tiga cabang olahraga yang telah terdaftar, yakni Kebut Gunung, Lintas Alam, dan Tree Climbing. Ketiga cabang tersebut menjadi bagian dari upaya AOPGI dalam mendorong lahirnya atlet-atlet olahraga alam terbuka yang kompetitif dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Harian AOPGI Banten, Fauzan Azqia Fathul Huda menambahkan, pengukuhan kepengurusan AOPGI Lebak menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan olahraga pendakian gunung di Provinsi Banten.

“Kami semakin optimis terhadap masa depan olahraga pendakian gunung di Banten. Hari ini kita sedang membangun fondasi besar bahwa pendaki gunung bukan lagi sekadar identitas hobi, tetapi sebuah profesi, kompetensi, dan gerakan sosial yang memiliki nilai pendidikan, keselamatan, dan konservasi,” tegasnya.

Dengan demikian, dia berharap AOPGI Lebak diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan pendaki gunung yang progresif, profesional, serta mampu melahirkan generasi pecinta alam yang berintegritas, berprestasi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *