Cilegon – Gubernur Andra Soni meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN I Kota Cilegon, Kamis (11/6/2026).
Di hari pertama pembukaan SPMB jalur domisili lingkungan itu, ia berharap pihak sekolah dan panitia menjalin komunikasi yang baik kepada calon siswa dan orang tua sehingga berbagai persoalan yang dihadapi bisa dicarikan solusinya.
Menurut Andra Soni, meskipun sosialisasi SPMB ini sudah dilakukan jauh-jauh hari, ditambah pra-SPMB, namun tidak semua orang tua memahami teknis SPMB secara menyeluruh. Maka dari itu, seluruh panitia harus mampu berkomunikasi dengan baik.
“Setelah pra SPMB itu, kita berikan waktu bagi calon siswa untuk melakukan penyempurnaan dokumen-dokumen yang butuh dilengkapi,” katanya.
Dengan menjalin komunikasi yang baik, Andra Soni berharap pelaksanaan SPMB tahun ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Di jalur domisili lingkungan ini diharapkan anak-anak atau calon siswa yang tinggal di lingkungan sekolah bisa mendapatkan prioritas.
“Sistemnya sudah ada. Kita ikuti alurnya sebagaimana yang sudah ditentukan. Tidak boleh ada siapa pun yang mencoba mengikuti di luar mekanisme yang ada,” katanya.
Kepala Sekolah SMAN I Cilegon Agus Pancasusila mengatakan, untuk SPMB jalur pertama berupa domisili lingkungan. Kuota yang disediakan mencapai 84 orang atau 20 persen dari jumlah kuota keseluruhan.
“Saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 147 dan ada beberapa kendala, namun itu sudah kita selesaikan,” katanya.
Khusus kategori domisili wilayah adalah sebanyak 63 orang atau 15 persen yang mencakup tiga kecamatan terdekat yakni Kecamatan Cilegon, Jombang dan Citangkil. Total kuota keseluruhan adalah 442 orang dengan 12 rombel.
Agus menegaskan, jika sekolahnya menjunjung tinggi arahan dari Gubernur Andra Soni untuk menjalankan SPMB ini dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada praktik titip-menitip dari kelompok tertentu yang diizinkan masuk ke sekolah ini.
“Tidak ada titip menitip. Itu sudah jelas, dan sudah kita laksanakan sejak tahun lalu,” katanya.









